Translate

Tampilkan postingan dengan label Ultah PGRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ultah PGRI. Tampilkan semua postingan
AGAR TIDAK TERTIPU PROMOSI SEKOLAH SWASTA
oleh: Indra Setiawan, S.Pd.


Tahun ajaran baru sudah mulai mendekat dan sudah semakin banyak bertebaran spanduk dan brosur di setiap persimpangan dan sudut-sudut jalan. masing-masing mempromosikan sekolahnya dengan begitu antusias. Mirip ketika masa kampanye legislatif. Terkadang ini membuat jalan-jalan di kota-kota menjadi kumuh dan tidak sedap dipandang mata. Semua promosi yang di tawarkan sangat menarik bahkan mengundang rasa ingin tahu tentang sekolah yang dipromosikan.
Ada Beberapa hal yang mungkin bermanfaat agar kita tidak silau dan tertipu oleh slogan sekolah-sekolah yang memasang spanduknya di jalan-jalan. karena jika salah kita melangkah, maka akan beresiko 3 (tiga) sampai 6 (enam) tahun yang diderita oleh putera-puteri kita. parahnya jika ini akan memberikan kontribusi kegagalan masa depan putera-puteri kita. Naudzubillah.

Pelajari Visi dan Misi Sekolah
Dengan mempelajari Visi dan Misi sekolah kita akan mengetahui mau dibawa kemana putera-puteri kita diarahkan. dan goal apa yang akan dituju oleh sekolah tersebut. karena tidak sedikit sekolah/yayasan pendidikan yang tidak paham dan mengetahui visi dan misi dari sebuah lembaga pendidikan. kalaupun ada tertulis hanya sekedar kalimat kosong tanpa ruh dan kekuatan (power) perubahan. sebagai contoh misalnya, ada sebuah sekolah yang berslogan Islami sebagaimana tertulis di Visi dan Misi sekolah. Tetapi pada kenyataannya penerpan kerja dan pengelolaannya sangat jauh dari nilai-nilai Islam. Oleh sebab itu maka perlu dan sangat penting setiap orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya pada suatu sekolah mempelajari visi dan misi sekolah tersebut.
Ketahui Program Unggulan Sekolah.
tanyakan program unggulan seperti apa yang akan ditawarkan sekolah tersebut kepada calon siswa yang akan masuk. dan tanyakan pula sejauh ini apakah program tersebut sudah dijalankan ataukah belum. dan bagaimana hasilnya? karena tidak sedikit sekolah-sekolah yang menjanjikan sebuah pola pendidikan dengan program-program tertentu tetapi kenyataannya adalah NOL besar sehingga putera-puteri kita kecewa dalam belajar dan bersekolah di sekolah tersebut. Baik program intrakurikuler maupun program ekstrakurikuler.

Lakukan Kunjungan Langsung
kunjungan langsung yang dimaksud disini adalah eksplorasilah sekolah tersebut ke seluruh bagiannya. Atau observasi langsung ke sekolah tersebut. temuilah siswa-siswinya. untuk mengetahui ini datanglah disaat jam istirahat sekolah. kunjungilah kantin sekolah dimana siswa-siswinya berkumpul. disaat inilah kita tidak perlu bertanya ke mereka tentang sekolah mereka dan perilaku guru-guru mereka. Dengarkan saja percakapan diantara mereka. dari sini kita bisa mengetahui komentar-komentar siswa secara obyektif. jika kita bisa masuk ke dalam obrolan mereka ini akan lebih dalam kita mengeksplorasi tentang pola pembelajaran di sekolah tersebut.

Kenali para Pengajarnya
Saat ini tidak sedikit sarjana yang berbelok haluan dari bidang akademiknya yang beralih ke sekolah. Memang ini tidak salah tetapi ada banyak hal yang kurang lengkap jika para sarjana yang hanya dibekali dengan ilmu murni tanpa pembekalan konsep-konsep dan teori-teori didaktik metodik. Memang mereka yang berbasis ilmu murni banyak juga yang kompeten dalam mengajar, tetapi ketika berbicara tentang mendidik, mereka sangat sedikit yang berhasil. Biasanya ketika menghadapi siswa yang bermasalah dalam perilaku mereka seringkali mudah mengeluh menghadapi masalah tersebut. Dan sangat mudah sekali menjustifikasi siswa dengan label-label yang bisa dikatakan kurang mendidik. Pengalaman yang sering penulis temui yang berkaitan dengan ini adalah banyaknya siswa yang masuk kesekolah yang lebih heterogen, siswa hasil didikan mereka yang hanya berbasis ilmu murni akan mengalami lag culture dan mengalami kesulitan adaptasi. Terlebih ketika menghadapi guru-guru yang sangat disiplin dalam mendidik siswa-siswinya. Sementara ketika di sekolahnya yang lalu mereka sangat longgar (jika tidak dikatakan kurang ajar) dalam berinteraksi dengan guru. Dalam hal ini kita harus juga mengetahui seberapa banyak guru-guru disekolah yang sedang kita eksplorasi/observasi mengupgrade guru-guru non kependidikan ini juga harus dijajagi realisasinya bukan hanya sekedar tulisan di brosur dan formulir pendaftaran saja.

Kenali Yayasan yang menaungi
Ini tidak kalah pentingnya, karena dengan mengenalinya kita akan tau karakter dari lembaga tersebut. tanyakan apakah sekolah tersebut milik perorangan, keluarga ataukah kelompok orang. Realita dilapangan selalu membuktikan bahwa jika sebuah lembaga yang dimiliki oleh sebuah komunitas itu lebih maju dan berkembang dengan baik jika dibandingkan dimiliki oleh perorangan/keluarga. Maka jika kita mengetahui bahwa bahwa sekolah tersebut dimiliki oleh perorangan/keluarga sebaiknya kenali karakter dari orang/keluarga tersebut. karena tidak sedikit keluarga/orang yang memiliki lembaga pendidikan hanya berorientasi bisnis dan komersil sehingga akhirnya yang dizolimi banyak pihak. Baik itu orangtua siswa maupun guru-guru/karyawan yang mengabdi disekolah tersebut. Bahkan ada juga pemilik sebuah sekolah islam yang sangat luar biasa memperlakukan guru dan karyawannya dengan sangat zolimnya dan merendahkan guru dan karyawannya lebih rendah dari seorang pembantu rumah tangga. Apalah artinya jika sebuah sekolah yang terdiri dari SDM yang berkualitas jika sang pemilik selalu membuat mereka tidak nyaman dan selalu dihantui oleh rasa was-was dan takut selama mereka mengabdi disekolah tersebut. Untuk mengetahui karakter pemilik dari sekolah tersebut, selayaknya bukalah akses dengan beberapa personal (guru/karyawan) dari sekolah yang sedang kita eksplorasi dan observasi tersebut. Mintalah kepada dia untuk memberikan informasi secara jujur dan adil. Memang ini merupakan langkah yang sangat sulit mengorek keterangan obyektif dari internal sekolah tersebut.

Tidak mudah membeli Formulir Pendaftaran
disarankan agar setiap orang tua murid berhati-hati untuk membeli formulir pendaftaran sekolah bagi putera-puterinya. Terkadang ada strategi sekolah swasta yang melakukan tekanan psikologi kepada calon orang tua murid disekolahnya dengan menawarkan kita agar membeli beli saja formulir terlebih dahulu. Ini adalah sebuah strategi yang akan menjebak orang tua murid sehingga terpaksa melanjutkan dengan membayarkan uang muka setelah kita kemudian mengetahui bahwa sekolah itu adalah sekolah yang kurang ideal untuk anak kita dan kemauan kita. Inilah salah satu strategi jitu beberapa sekolah swasta dalam menjaring calon siswa untuk masuk ke sekolahnya.Wallahu'alam.
KIAT MENJAGA KEAWETAN LAPTOP

1. Jangan mendownload software gratis dari internet sembarangan

Banyak software gratisan yg tidak cocok dgn beberapa software aplikasi di laptop kita. Terlebih jika software yang seolah-olah suatu antivirus. Gunakan software-software yang telah Anda dapatkan dari paket laptop yang Anda beli. Risiko virus bisa merusak ke dalam laptop Anda jika Anda sembarangan menggunakan software dari internet. Jika Anda tetap ingin menggunakan software hasil download, maka pastikan sudah Anda scan software tersebut dengan antivirus yang Anda miliki dan Anda percaya.

2. Jangan sembarangan meletakkan laptop

Risiko laptop terinjak kaki orang, mungkin anak Anda, atau binatang peliharaan akan sangat besar. Anak kecil akan mengira laptop Anda mainan dan binatang peliharaan Anda bisa saja merusak bagian-bagian tertentu dari laptop. Selain itu laptop yang diletakkan di lantai akan cepat kotor oleh debu, apalagi jika lantainya jarang disapu.

3. GUnakan Stabilizer (UPS) jika baterei laptop Anda lepas

Jika Anda sedang bekerja di laptop dengan menggunakan listrik dan melepas tanpa baterai (biasanya untuk menjaga baterai tidak cepat aus), maka sebaiknya gunakan stabilizer/UPS yang bisa mencegah terjadinya tegangan listrik yang tidak stabil ke laptop Anda.

4. Jangan letakkan benda apapun di antara keyboard dan layar laptop

Seringkali dijumpai seseorang yang menggunakan laptop, kemudian meletakkan kertas-kertas di atas keyboard laptop, kemudian menutup laptopnya. Hal ini sangat berbahaya, karena risiko layar tergores menjadi besar. Tentunya Anda tidak ingin mengganti layar laptop gara-gara tergores bukan?

5. Jangan letakkan laptop Anda pada permukaan yang terlalu empuk

Misalnya laptop Anda letakkan pada sofa yang sangat empuk, sehingga laptop menjadi terlihat agak tenggelam di dalam sofa. Ini adalah sangat berbahaya, karena dapat menghambat keluarnya panas dari dalam laptop. Sirkulasi udara akan sangat terganggu di ruang processor.

6. Berhati-hatilah ketika membawa laptop Anda di dalam tas

Jangan gunakan sembarang tas untuk membawa laptop Anda. Gunakan tas yang memang digunakan untuk laptop sehingga benda-benda lainnya tidak akan menggores bagian-bagian tertentu pada laptop. Hati-hati juga memilih tas laptop, kalau bisa jangan yang murahan.

7. Jangan makan minum dan meletakkan benda mengandung cairan di sekitar laptop

Ini sangatlah berbahaya, karena laptop sangat peka terhadap cairan yang mengenai laptop, misalnya saja cairan yang masuk ke dalam keyboard.

8. Jangan pernah berusaha untuk membongkar laptop Anda sendiri

Ini merupakan tindakan yang sangat tidak bijaksana kecuali Anda memang seorang teknisi laptop. Laptop bukanlah seperti radio atau tape recorder biasa. Banyak bagian-bagian yang sangat kecil yang dari pabriknya saja sudah dirakit dengan menggunakan presisi robot. Jika Anda ceroboh, maka laptop Anda bisa rusak parah. Bawalah selalu laptop yang rusak ke dealer atau service center dari laptop Anda.

9. Bersihkan laptop secara berkala

Jangan malas, karena jika laptop terlalu kotor, maka akan menghambat ventilasi udara, sudah minim ruang didalam laptop jangan diperparah dengan sumbatan debu. Selain itu jika terlalu kotor biasanya mengakibatkan layar LCD tergores saat dibersihkan, karena gumpalan debu yang terlindas kain lap.

10. Jangan membanting laptop Anda!

Sebaiknya berikan saja pada saya dan pasti saya terima, daripada dibanting? hehehe.... maklum saya gak punya laptop.

dikutip dari: http://www.warungbebas.com/2010/01/10-tips-merawat-laptop-notebook.html

Fenomena Akhwat Facebook-ers

Suatu hari saat chatting YM, saat aku belum memiliki akun FB..

”Ada FB ga?”

”Ga ada. Adanya blog multiply. perempuanlangitbiru.multiply.com..”

Tak berapa lama kemudian.

”Kok foto di MPmu (multiply, red), anak kecil semuanya siih? Fotomu mana?”, tanya seorang akhwat yang baru dikenal dari forum radiopengajian.com.

”Itu semua foto keponakanku yang lucu..”, jawabku.

Suatu hari di pertemuan bulanan arisan keluarga..

"De' kok di FBmu ga ada fotomu siih?" tanya kakak sepupu yang baru aja ngeadd FB-ku.

"Hehe.. Ntar banyak fansnya.." jawabku singkat sambil nyengir.

Suatu siang di pertemuan pekanan..

"Kak, foto yang aku tag di FB diremove ya? Kenapa kak?" tanya seorang adik yang hanya berbeda setahun dibawahku..

"He.." jawabku sambil senyum nyengir yang agak maksa.

Suatu malam di rumah seorang murid.

”FBmu apa? Saya add ya..” tanya bapak dari muridku.

Setelah add FBku sang bapak bertanya, ”Kok ga ada fotonya siih?”

Aku hanya bisa ber-hehe-ria.

Dari beberapa kejadian itu, aku hanya bisa menyimpulkan bahwa yang pertama kali dilihat orang ketika meng-add FB seseorang adalah fotonya. Entahlah apa alasannya, mungkin memang ingin tahu bagaimana wajah sang pemilik akun FB, padahal kan yang di add biasanya yang sudah dikenal. Lantas jika memang sang empunya akun tidak memajang foto dirinya di FB, langsung deh jadi bahan pertanyaan, bahkan untuk seorang akhwat sekalipun.

Jika ditilik-tilik, fenomena foto akhwat yang bertebaran di dunia maya nampaknya sudah bukan barang asing lagi. Kita dengan mudah menemuinya termasuk di FB. FB yang merupakan suatu situs jejaring sosial begitu berdampak besar bagi pergaulan masyarakat dunia, pun termasuk pergaulan di dunia ikhwan akhwat.

Maraknya foto akhwat yang bertebaran di FB, membuat LDK (Lembaga Da’wah Kampus) suatu kampus ternama harus membuat peraturan yaitu tidak memperbolehkan akhwat aktivis da’wah kampus memajang foto dirinya di FB. Tentu saja banyak reaksi yang muncul dari peraturan dan kebijakan itu, mulai dari yang taat menerima dengan lapang dada sampai ada juga yang mem’bandel’. Namun apalah arti sebuah peraturan jika memang kita tidak mengetahui fungsi dan tujuannya dengan benar, dapat dipastikan peraturan hanya untuk dilanggar jika ditegakkan tanpa kepahaman.

***

Di suatu pertemuan para akhwat aktivis da’wah kampus..

”Ayolaaah, foto bareng..” rayuku sebagai fotografer ketika terheran-heran melihat seorang akhwat yang tidak mau ikut foto, menjauhi kumpulan akhwat yang siap-siap berpose.

Selidik punya selidik ternyata akhwat tersebut kapok untuk difoto karena fotonya beredar di FB padahal dia ga punya FB. Fotonya bisa beredar di FB karena teman-teman satu jurusan mengunduh foto momen bersama di FB yang tentu saja ada dirinya di dalam foto itu. Padahal saat itu, aku belum punya FB (hanya memiliki blog di multiply) dan tidak terbersit sedikit pun berniat untuk mempublish foto itu di dunia maya, yaaa hanya untuk disimpan di folder pribadiku. Foto kebersamaan dengan para saudari seperjuangan yang bisa membangkitkan semangat di saat-saat tak bersemangat, hanya dengan melihatnya.

Jika diperhatikan dengan seksama, ternyata benar bahwa orang-orang termasuk akhwat sudah terbiasa berkata, ”Nanti jangan lupa di upload n di tag in di FB ya..” setelah melakukan foto bersama.

Benar saja! Di suatu kesempatan berselancar di dunia maya, di saat aku akhirnya memutuskan membuat akun FB, melihat-lihat, berkunjung ke FB para akhwat, dan ternyata benar saja foto-foto akhwat dengan mudah dilihat para pengguna FB yang telah menjadi temannya. Aku yang memiliki kepribadian idealis-pemimpi agak terkejut juga melihat hal itu, secara baru terjun di dunia perFBan.

Terkejut karena kecantikan para akhwat dengan mudah dinikmati oleh orang lain. Aku agak bingung juga harus bagaimana melihat fenomena akhwat facebook-ers. Ada kekhawatiran apakah terlalu idealisnya pikiranku yang mungkin sebenarnya mengunduh foto sudah menjadi hal yang biasa saja di kalangan para akhwat. Itulah realita yang ada. Entah apa yang melatarbelakangi para akhwat akhirnya mengunduh foto pribadinya atau bersama rekan-rekannya di FB.

Hingga akhirnya pada suatu hari, terjadilah sebuah percakapan:

”Kenapa siih yang dilarang majang foto itu cuma akhwat? Kenapa ikhwan juga ga dilarang?? Bukannya sama aja ya? Sama-sama bakalan dinikmati kecantikan atau kegantengannya kan?” tanyaku bertubi-tubi kepada seorang saudari yang sepemikiran denganku tentang fenomena foto akhwat di FB.

”Ya beda-lah.. Coba kita liat para cewek yang ngefans sama artis-artis cowok Korea, mereka cuma ngeliat cowok Korea itu sekadar suka-suka yang berlebihan.. Udaaaah,, hanya sebatas suka ngeliat. Tapi kalo cowok yang ngeliat foto cewek, itu beda. Kamu tau kan kalo daya lihat para cowok itu berbeda?? Ada pemikiran-pemikiran tertentu dari para cowok ketika melihat seorang cewek bahkan hanya sekadar foto.”

Hmm.. yayaya.. Memang aku pernah mendengar bahwa daya lihat seorang laki-laki itu 3 dimensi. Laki-laki bisa membayangkan dan memikirkan hal-hal yang abstrak diluar dari yang dia lihat. Bahkan katanya lagi, seorang laki-laki bisa saja memikirkan seorang perempuan tanpa berbusana hanya karena melihat seorang perempuan yang berbusana mini berlalu di hadapannya. Namun kebenaran itu belum bisa kubuktikan karena aku hanyalah seorang perempuan biasa bukan seorang laki-laki.

Pantas saja Allah memerintahkan kita untuk menahan pandangan, seperti dalam firman-NYA:

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya. . . . .” (QS. An-Nuur [24] : 30-31)

Ayat ini turun saat Nabi Shalallahu a’laihi wassalam pernah memalingkan muka anak pamannya, al-Fadhl bin Abbas, ketika beliau melihat al-Fadhl berlama-lama memandang wanita Khats’amiyah pada waktu haji. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa al-Fadhl bertanya kepada Rasulullah Shalallahu a’laihi wassalam, “Mengapa engkau palingkan muka anak pamanmu?” Beliau Shalallahu a’laihi wassalam menjawab, “Saya melihat seorang pemuda dan seorang pemudi, maka saya tidak merasa aman akan gangguan setan terhadap mereka.”

Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa yang diperintahkan untuk menahan pandangan bukan saja laki-laki namun juga perempuan. Untuk itu, sudah seharusnya kita menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak seharusnya kita pandang.

Lalu apa hubungannya dengan pemajangan foto di dunia maya?

Jika dulu kasus menjaga pandangan hanya karena bertemu dan bertatap langsung, namun saat ini sudah lebih canggih lagi, tanpa bertemu dan bertatap pun, godaan menahan pandangan itu tetap ada. Ya! Bisa jadi dengan banyaknya bertebaran foto akhwat di dunia maya, itulah godaan terbesar. Buat para ikhwan, harus mampu menahan pandangan di saat berselancar di dunia maya, di saat-saat kesendirian berada di depan layar komputer ataupun laptop. Kondisikan hati terpaut dengan Allah saat-saat kesendirian, jangan sampai kita menikmati foto akhwat yang bertebaran di dunia maya. Buat para akhwat, yang memang merupakan godaan terbesar bagi para ikhwan, akankah kita terus menciptakan peluang untuk membuat para ikhwan ter’paksa’ memandangi foto-foto pribadi kita?

***

Kejadian demi kejadian yang kutemukan di dunia maya begitu banyak menyadarkanku akan pentingnya seorang akhwat menjaga dirinya untuk tidak mudah mengupload foto dirinya di dunia maya.

Beberapa hari belakangan ini, ketika sedang mencari desain kebaya wisuda untuk muslimah berjilbab di mesin pencari google, diri ini dipertemukan dengan sebuah blog yang bernama ’jilbab lovers’. Pecinta jilbab. Ya! Sesuai namanya, di blog itu berisi hampir semuanya adalah foto-foto muslimah berjilbab dengan berbagai pose. Di antara beberapa foto muslimah berjilbab itu, aku temukan 3 komentar yang mengomentari foto seorang gadis, aku akui gadis dalam foto itu sungguh cantik, memenuhi kriteria wanita cantik yang biasanya dikatakan sebagian besar orang. Beginilah kurang lebih komentar 3 orang laki-laki pada foto gadis itu dengan sedikit perubahan:

”Itu baru namanya gadis .. cantik nan islami.. sempuuuuurnaaaa... salam kenal..”

”Subhanallah ada juga makhluk Allah seperti ini ya..”

”Subhanallah..”

Jika kita lihat ke-3 komentar diatas, bisa dilihat bahwa komentarnya begitu islami dengan kata-kata Subhanallah namun juga menyiratkan bahwa sang komentator begitu menikmati kecantikan sang gadis di dalam foto. Hal ini menandakan bahwa siapapun yang melihat foto itu memang pada akhirnya akan menikmati kecantikan sang gadis berjilbab. Allahurobbi, akankah kita -para akhwat- rela jika kecantikan diri kita dapat dengan bebas dinikmati oleh orang lain yang belum halal bagi kita bahkan belum kita kenal?

Mungkin akan ada sebagian dari kita -para akhwat- yang akan menepisnya, ”Aaahh,, itu kan foto close up. Kalo foto bareng-bareng ya gpp donk?”

Hmm.. ada satu lagi yang kutemukan di dunia maya mengenai foto muslimah berjilbab. Pernah suatu hari, ketika diri ini mencari gambar kartun akhwat untuk sebuah publikasi acara LDF (Lembaga Da’wah Fakultas) di mbah google, kutemukan foto muslimah berjilbab yang sudah diedit sedemikian rupa hingga menjadi sebuah gambar porno. Memang gambar itu tidak kutemukan langsung diawal-awal halaman pencarian google, tapi berada di halaman kesekian puluh dari hasil pencarian keyword yang aku masukkan. Terlihat foto wajah sang muslimah begitu kecil (kuduga dicrop dari sebuah foto) dan dibagian bawah wajah sang muslimah berjilbab diedit dengan dipasangkan foto/gambar sesuatu yang seharusnya tidak diperlihatkan. Naudzubillahimindzalik..

Bagaimana perasaan kita jika seandainya melihat foto diri kita sendiri yang sudah diedit menjadi gambar porno dan dinikmati oleh orang banyak di dunia maya? Atau bagaimana perasaan kita jika ada kerabat dekat yang melihat foto kita yang sudah diedit sedemikian rupa menjadi gambar porno?

Semoga saja hal ini tidak menimpa diri kita. Ya Rabb,, bantu kami –para akhwat- untuk menjaga kemuliaan diri kami..

Mungkin kita bisa mengambil teladan dari kejadian di bawah ini...

Suatu ketika, diri ini menemukan blog (multiply, red) seorang ustadz. Dalam blog itu, terlihat foto sang ustadz bersama ketiga anaknya yang masih kecil, tanpa terlihat ada istrinya. Di bawah foto itu diberi keterangan, ”mohon maaf tidak menampilkan foto istri saya..”

Dari situ aku ambil kesimpulan bahwa sang ustadz sepertinya memang tidak ingin menampilkan foto sang istri. Bisa jadi karena begitu besar cintanya terhadap sang istri, maka tak boleh ada yang menikmati kecantikan sang istri selain dirinya, begitu dijaga sekali kemuliaan istrinya. Ya Rabb, semoga kami -para akhwat- bisa menjaga kemuliaan diri kami..

Mungkin kita bisa mengambil hikmah dari kejadian di bawah ini...

Baru saja kemarin, di perkampungan multiply, MP, ada berita bahwa ada seorang ikhwan yang tiba-tiba minta ta’aruf dengan seorang akhwat padahal belum kenal sang akhwat dan hanya melihat foto sang akhwat di FB. Huufffhh.. ada-ada aja..

Jika diliat dari akar masalahnya mungkin berasal dari foto sang akhwat di FB, bukan begitu?

Jadi, apa yang akan kita –para akhwat- lakukan setelah ini??

***

Tulisan ini dipublish terutama ditujukan pada diri sendiri sebagai seorang akhwat serta untuk saling mengingatkan para facebookers yang lain. Semoga kita bisa menjaga kemuliaan diri kita sebagai seorang akhwat ketika berada di dunia maya.

”Kejahatan itu bukan hanya sekadar berasal dari niat seseorang untuk berbuat jahat tapi karena ada kesempatan. Waspadalah.. Waspadalah..”

Semangat bermanfaat!

Jadikan dunia maya sebagai ladang amal kita

###

Penulis bernama LhinBlue, seorang staf di biro PPSDM (Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Muslim) SALAM UI, yang baru saja menyelesaikan studi S1 di Kimia FMIPA UI

Mahasiswi Kimia FMIPA UI 2006

Keutamaan Rasulullah atas Para Nabi

Oleh: Muhammad Ahada

(Santri Pondok Pesantren Syafi’i Akrom Jenggot Pekalongan)

Perlu diketahui bahwa Allah saw menciptakan jiwa manusia dalam keadaan yang berbeda antara satu sama lain. Di antaranya ada jiwa yang sangat baik dan mulia, ada pula jiwa yang kotor dan penuh noda. Oleh karena itu, jiwa manusia mempunyai tingkatan masing-masing sesuai dengan kadar kemuliaannya.

Tingkatan jiwa manusia yang paling tinggi dimiliki oleh para nabi. Mereka memiliki jiwa yang maksum (terjaga dari perbuatan maksiat). Sedangkan tingkatan paling tinggi dari nabi-nabi tersebut adalah Nabi kita, Muhammad saw. Beliau memiliki tingkatan paling tinggi di antara nabi-nabi lainnya karena beberapa alasan sebagaimana berikut:

  1. Jiwa beliau telah diciptakan sebelum jiwa nabi-nabi lainnya.
  2. Beliau ditunjuk sebagai saksi atas kebenaran risalah para nabi lainnya.
  3. Allah SWT tidak memanggil nabi Muhammad saw dengan nama aslinya, melainkan dengan gelarnya, sebagai bentuk penghormatan atas dirinya yang agung.

Adapun panggilan Allah dengan menyebut nama beliau, hal itu tiada lain untuk memperkenalkan bahwa beliau adalah seorang nabi yang mengemban risalah, karenanya penyebutan nama beliau diikuti dengan penyebutan gelar rasulnya.

Allah saw juga menginformasikan kepada kita dalam firman-firman-Nya bahwa umat-umat terdahulu telah memanggil nama nabi mereka dengan nama aslinya, sedangkan khusus untuk nabi Muhammad saw, Allah swt mengajarkan kepada umat beliau agar memanggil beliau sekaligus dengan gelarnya sebagai seorang nabi dan Rasul Allah.

  1. Allah swt memakai usia nabi Muhammad saw sebagai sumpahnya. Hal ini menunjukkan keagungan beliau, karena sumpah itu biasanya dengan atas nama orang-orang yang diagungkan.
  2. Selain itu, beliau juga diangkat sebagai Habibullah (kekasih Allah), sebuah gelar yang tidak dikaruniakan pada nabi-nabi sebelumnya.
  3. Allah Ta`ala tidak menyebut kesalahan-kesalahan nabi Muhammad seperti halnya nabi-nabi lainnya. Dalam firman-Nya dijelaskan bahwa Allah Ta`ala mengampuni kesalahan-kesalahan beliau, selain itu beliau juga adalah seorang yang ma`shum (terjaga dari perbuatan dosa).
  4. Diantara keutamaan Rasulullah atas nabi-anabi lainnya adalah pengakuan nabi Adam dengan menyebut kehormatan Nabi Muhammad sebagai jaminan agar tobatnya diterima oleh Allah. Begitu juga ketika Nabi Adam menikah dengan Siti Hawa, maskawin (mahar)nya adalah membaca shalawat atas Nabi Muhammad saw.
  5. Pada hari kiamat nanti pada saat manusia dibangunkan dari kuburnya, yang menjadi pemimpin umat manusia seluruhnya adalah nabi Muhammad saw.

Kenapa seperti itu? Pada saat manusia dibangunkan dari kuburnya pada hari kebangkitan maka berkumpulah semua manusia dari generasi pertama hingga generasi terakhir di sebuah tempat yang bernama Padang Mahsyar. Disitulah tempat yang mana matahari mendekat tepat di atas ubun-ubun manusia. Semua orang menjadi bingung mencari tempat untuk bernaung dari panasnya Padang mahsyar. Sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, “Apakah kalian tidak melihat siapa orangnya yang dapat memberikan pertolongan kepada kalian untuk menghadap tuhan”? Semua orang mondar-mandir mencari nabi-nabi mereka namun tak ada seorang pun yang mampu memberikan syafaat (pertolongan). Akhirnya seluruh umat pergi dan mencari nabi Muhammad saw untuk mendapatkan syafaat beliau. Lalu beliau memberi syafaat di hadapan Allah swt.

Karena kemuliaan inilah, maka kita dianjurkan untuk sering-sering membaca shalawat atas Rasulullah. Dengan membaca shalawat, kita akan mendapat syafaat Nabi Muhammad saw kelak di Hari Kiamat.

Muhammad Ahada

SAMBUTAN
KETUA UMUM PENGURUS BESAR PGRI
DALAM MEMPERINGATI HARI ULANG TAHUN PGRI KE-63
DAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2008


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita semua
Saudara-Saudara para guru anggota PGRI di seluruh tanah air,
Pertama-tama marilah kita panjatkan doa dan ungkapan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayah-Nya kita masih diberi kesempatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun PGRI ke-63 sekaligus Hari Guru Nasional Tahun 2008.
Peringatan kelahiran PGRI yang kita laksanakan pada setiap tanggal 25 November yang selanjutnya ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 78 tahun 1994, diperkuat dalam Undang-Undang Guru dan Dosen pada tahun 2005 merupakan wujud komitmen, kepedulian dan penghargaan terhadap keberadaan, peran, dan dedikasi para guru dan tenaga kependidikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara umum dan dalam mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu dan dapat diakses seluas-luasnya untuk kepentingan anak bangsa di bumi pertiwi yang kita cintai ini.
Para guru warga PGRI yang berbahagia,
Aras perjuangan PGRI bertumpu pada tiga pilar yakni mewujudkan guru yang bermutu, sejahtera dan terlindungi. Untuk itu tema utama peringatan Hari Ulang Tahun PGRI yang ke-63 adalah “Guru Profesional, Sejahtera, Bermartabat, dan Terlindungi Menuju Pendidikan Bermutu”. Tema tersebut sejalan dengan berbagai upaya yang secara konsisten diperjuangkan oleh PGRI sehingga mempunyai makna dan landasan yang sangat kuat untuk disampaikan kepada seluruh anggota PGRI atau masyarakat secara umum. Beberapa hal menonjol yang menandai peringatan tahun ini, antara lain adalah:
Pertama, PGRI telah berhasil menyelenggarakan kongres ke-20 di Palembang, Sumatera Selatan yang dihadiri oleh Bapak Presiden beserta beberapa menteri terkait dalam bidang pendidikan, sosial dan kesejahteraan, Ketua MPR, Sekretaris Jenderal Education International di Brussel, Gubernur Sumatera Selatan dan berbagai fihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Kongres itu mempunyai makna penting bagi perjalanan PGRI ke depan dalam menghadapi dinamika yang berkembang baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Kongres ini juga telah mampu menunjukkan kepada masyarakat dan dunia luar tentang eksistensi PGRI di tengah tantangan dan keraguan berbagai pihak tanpa harus kehilangan jatidirinya sebagi organisasi perjuangan. profesi dan ketenagakerjaan yang unitaristik, independen dan non politik praktis. Ada sejumlah keputusan yang dihasilkan dalam kongres tersebut antara lain ditetapkan program kerja lima tahun mendatang, kode etik guru PGRI, perubahan AD/ART PGRI dan juga susunan dan personalia anggota Pengurus Besar masa bakti XX. PGRI pada masa mendatang diharapkan lebih dinamis, demokratis, dan bersemangat untuk melakukan perubahan dalam berbagai aspek dan dimensi organisasi, sehingga PGRI makin dicintai anggotanya, disegani mitranya, dan diakui keberadaannya.
Kedua, pada masa bakti XX ini PGRI diharapkan mampu menjadi wadah seluruh guru di Indonesia seperti tekad para pendiri yang berasal dari berbagai organisasi guru pada tahun 1945 di Surakarta, Jawa Tengah. Oleh karena itu, kami mengajak para guru dan tenaga pendidikan dari TK sampai Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk bergabung membangun solidaritas melalui wadah organisasi guru yang kuat dan bermartabat yaitu PGRI. Jika itu terwujud, keinginan untuk melakukan perubahan di bidang pendidikan, dan pengelolaan guru serta tenaga kependidikan pada umumnya Insya Alloh akan terwujud. PGRI akan mendorong anggotanya untuk mengubah dan memperbaiki kinerjanya. PGRI akan terus berjuang agar mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, dan terlindungi.
PGRI harus dikelola dengan sungguh-sungguh, penuh semangat, dedikasi, dan pengabdian, sebagai organisasi modern yang mampu mempertajam aktivitas di bidang profesi, sehingga dapat melaksanakan lima kewenangan seperti yang tertuang dalam UU Guru dan Dosen pasal 42 yaitu: a) menetapkan dan menegakkan kode etik guru; b) memberikan bantuan hukum kepada guru; c) memberikan perlindungan profesi guru; d) melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru; dan e) memajukan pendidikan nasional. Di samping itu, PGRI juga harus tetap mampu memperjuangkan aspirasi anggota, berjuang meningkatkan kesejahteraannya, dan memberikan perlindungan dan membela hak-hak guru.
Ketiga, pada tanggal 13 Agustus 2008 telah terjadi peristiwa yang menjadi catatan sejarah perjuangan guru, karena kemenangan dalam judicial review ke Mahkamah Konstitusi berkenaan dengan anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi akan dilaksanakan oleh Pemerintah. Berbeda dengan kemenangan di awal tahun 2006 dan 2007 yang belum mampu diwujudkan oleh Pemerintah. Ini adalah kemenangan guru Indonesia, kemenangan keluarga besar PGRI dan kemenangan masyarakat Indonesia. Perjuangan ini bukan bentuk melawan pemerintah akan tetapi suatu wujud kepedulian PGRI dan anggota PGRI pada umumnya terhadap nasib anak bangsa untuk memperoleh hak asasinya dalam pendidikan dan penegakan hokum di Indonesia.

Keempat, berkaitan dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 13/PUU-VI/2008 tanggal 13 Agustus 2008 tersebut dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia di depan Sidang Paripurna DPR RI pada tanggal 15 Agustus 2008, PGRI menyampaikan harapan dan permohonan kepada pemerintah sebagai berikut:

a. Pengurus Besar PGRI dan segenap Pengurus PGRI di setiap tingkat serta seluruh anggota PGRI di seluruh tanah air menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terpenuhinya Anggaran Pendidikan minimal 20% dalam APBN Tahun 2009 dan dari APBD. Hal itu merupakan wujud perhatian dan kesungguhan dari Bapak Presiden dan berbagai pihak terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan.
b. Mengingat bidang pendidikan dalam APBN mendapatkan porsi terbesar, maka pembangunan bidang pendidikan perlu dijadikan sebagai agenda utama dalam pemerintahan. Untuk itu, kiranya perlu disusun program dan rencana kerja yang dapat memperluas akses bagi masyarakat, khususnya rakyat kecil dalam memperoleh pendidikan pada segala tingkatan. Selain itu, peningkatan anggaran tersebut dapat juga diarahkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Seperti telah dinyatakan Presiden dalam Pidato Kenegaraan yang lalu bahwa di antara program tersebut adalah untuk pendidikan dasar dan peningkatan kesejahteraan guru, dosen, dan tenaga kependidikan.
c. Berkaitan dengan hal itu, PB PGRI mengusulkan agar prioritas anggaran pendidikan dipergunakan untuk:
1) Membebaskan segala bentuk pembayaran (di luar biaya personal) oleh masyarakat bagi pendidikan dasar dengan tanpa mengurangi berbagai hak kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan.
2) Mengurangi atau meringankan beban pembayaran oleh masyarakat untuk tingkat pendidikan menengah dan tinggi dengan tanpa mengurangi berbagai hak kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan.
3) Peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru, dosen, pamong belajar, dan tenaga kependidikan lain, baik negeri maupun swasta, baik melalui perbaikan remunerasi (gaji) maupun tunjangan fungsional secara progresif, dan tunjangan khusus.
4) Peningkatan profesionalisme tersebut sesuai dengan UU Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen diutamakan melalui peningkatan kualifikasi akademik, penyelenggaraan pendidikan profesi, dan sertifikasi guru dalam jabatan melalui pelatihan kompetensi dan kegiatan akademik lainnya.
5) Menyediakan dan memperbaiki berbagai fasilitas pembelajaran yang diperlukan:
a) Menyediakan buku (dipinjamankan) bagi setiap murid untuk berbagai mata pelajaran yang diperlukan,
b) Memperluas fasilitas teknologi informasi agar murid dan tenaga pendidik dengan mudah dapat mengakses berbagai bahan dan informasi yang dibutuhkan.
c) Memperbaiki/menambah gedung belajar

d. Dengan pendidikan dijadikan sebagai agenda utama pemerintah, maka secara otomatis partisipasi pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan, khususnya mengenai anggaran semakin meluas. PGRI akan ikut serta dalam melakukan pengawasan penggunaan anggaran tersebut.
e. Untuk membantu Presiden agar lebih intensif dalam menjalankan tugas terkait dengan bidang pendidikan, maka Pengurus Besar PGRI menyarankan kiranya diangkat seorang staf khusus bidang pendidikan di antara staf khusus yang ada.
f. Agar pendidikan dapat dikelola dengan baik, mengingat anggaran pendidikan yang tinggi dan porsi terbesar, perlu diterbitkan ketentuan yang mengatur agar pejabat di bidang pendidikan diisi oleh pejabat/pegawai yang menguasai/mempunyai wawasan yang baik tentang bidang pendidikan dan mempunyai komitmen tinggi terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan.
g. Di samping persoalan anggaran pendidikan, berkaitan dengan UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 83 menyatakan bahwa selambat-lambatnya 18 bulan (berarti bulan Juni 2007) semua ketentuan pelaksanaan UU tersebut telah terselesaikan. Untuk memberikan kepastian implementasi dan pemenuhan konstitusi, PGRI mohon agar PP tentang Guru dan PP tentang Dosen segera disahkan/ditandatangi sebelum 25 November 2008. Guru sebagai komponen utama dan terpenting perlu mendapat perhatian yang wajar dan jelas. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, peran guru sangatlah penting.

Kelima, berkenaan dengan upaya pemerintah dalam reformasi pendidikan nasional untuk menata dan memperbaiki berbagai aspek dan dimensinya sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, berbagai kebijakan dan program telah ditata oleh Departemen Pendidikan Nasional seperti pengembangan sejumlah Peraturan Pemerintah sebagai jabaran dari Undang-Undang Sisdiknas, penyesuaian struktur, substansi, manajemen, sarana, anggaran, kurikulum, dan sebagainya. Semuanya dimaksudkan agar pendidikan nasional mampu terwujud secara optimal sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia. Meskipun masih banyak kebijakan pemerintah yang bersifat kontradiktif seperti Ujian Nasional, KTSP, RUU BHP, dan sebagainya, namun para guru dihimbau untuk dapat menyikapi secara rasional dan bukan emosional, secara objektif dan bukan subjektif. Sebagai mitra pemerintah, sudah tentu para guru anggota PGRI akan mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan nasional dengan sikap kritis, objektif, suportif, dan sinergik dengan tetap berpegang pada kaidah dan etika organisasi guru.

Saudara-saudara, peserta upacara dan para guru di seluruh tanah air ,

Bercermin dari pengalaman selama ini, perjuangan mewujudkan hak asasi guru itu sama berat atau lebih berat dibandingkan dengan pertempuran para pejuang kemerdekaan ketika melawan penjajah yang penuh nafsu angkara murka dengan persenjataan yang kuat. Namun dengan takad yang membaja disertai kesadaran akan rasa kebangsaan yang kuat bermodalkan kebersamaan, solidaritas, dan komitmen yang tinggi, kita akan terus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan Negara.

Berkenaan dengan sambutan HUT PGR ke-63 dan Hari Guru Nasional Tahun 2008 ini, kami menghimbau para guru/anggota PGRI untuk: (1) menggalang persatuan dan kesatuan sesama guru/anggota PGRI di seluruh Indonesia di berbagai jenis dan jenjang pendidikan, dalam upaya mewujudkan dan mempertahankan keutuhan bangsa; (2) meningkatkan solidaritas sesama guru baik nasional, regional, maupun internasional atas dasar nilai-nilai semangat profesi keguruan; (3) melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dan masyarakat luas; (4) memerankan diri sebagai unsure utama yang berada di garis terdepan pelaksanaan pendidikan, (5) sebagai anggota masyarakat senantiasa melakukan control terhadap kinerja pendidikan nasional di daerah; (6) secara proaktif melakukan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat untuk menunjang pendidikan.

Akhirnya kami ucapkan selamat kepada para guru di seluruh tanah air, semoga pengabdian kita akan memberikan makna bagi bangsa dan Negara serta kemanusiaan, serta sekaligus sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selamat Berjuang!

Hidup Guru…! Hidup PGRI…! Solidaritas…!


Jakarta, 25 November 2008


PENGURUS BESAR
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA

Ketua Umum,



DR. SULISTIYO, M.Pd.